Labels: cDezt 0 Comments


terengah nafasku saat senja tenggelam
alunan suara adzan berkumandang
baru saja aku menyelesaikan mimpiku

apa yang aku harap saat membuka mata?
secangkir kopi panas?
sebatang rokok kretek?
atau seporsi nasi dan lauknya?

mungkin...
mungkin memang itu
tapi itu bukan yang utama

sapa halus dan uluran kasih
tutur lembut dan belaian mesra
itu yang kuharap

bukan semata aku manja
bukan karena aku berharap lebih
dan bukan karena tak mensyukuri apa yang kudapatkan saat ini

apa salah daun kering berharap kepada ranting
untuk menjaganya agar tetap bertengger erat di dahan?
apa hina mengharap itu dari orang terdekat kita ( teman, sahabat atau keluarga)

karena ini aku jadi hina
karena ini aku jadi terlunta

harapan dari biji yang tersebar di sekitar pohon buah
untuk nantinya tumbuh, tunas dan berkembang
seakan hanya terwujud saat mata ini terpejam
saat sedetik nafas berhenti

mimpi...

siapa yang kau harap ada saat kau terbangun?
ranting pohonmu yang telah patah dan menjatuhkanmu?
atau semak belukar yang akan menjadikanmu bagian dari rimbunanya?

daun kering yang telah gugur tak akan bisa tersambung dengan ranting pohonya lagi
daun kering yang jatuh hanya akan menjadi sampah

biarkan aku terus terpejam dan bermimpi,
atau relakan daun itu menjadi kumpulan semak belukar
My Handphone Is Haunted! (Mr. Midnight, #9)

Labels:

0 Responses so far.

Post a Comment

Spam comments will be deleted