Labels: cDezt 2 Comments


Angin terlalu kencang meniup...
Pondasi diri tak terlalu cukup
ketika itu juga harus jatuh tertelungkup
....dan racun kehidupan semakin dalam kuhirup

Ketika sapaan badai datang...
Saat benteng diri tak lagi kencang
Ketika itu juga aku harus terjengkang
....hancur layaknya terpaan ombak kepada sang karang

Salju meniup menghantam

Pisau menusuk menghujam
Perahu berlayar sudah karam
Tak seditkpun dihatiku ada rasa geram (meski dengan menahan)

Nyawa sudah tak sanggup lagi bertahan di tubuh ini
Jati diri sudah terkoyak musnah
Gunung menjulang terbakar oleh dendam membara sang api
Mata, bathin, telinga dan hati ini juga sudah berdarah!!

Hempasan kapas tipis tak lagi mengikuti terpaan angin
Ombak juga melawan badai
Sikap dan tabiat membeku dingin
Seakan memang sudah terlanjur mati

Sebuah kisah pahit terlalu lara untuk dikenang
Hati terlalu lemah untuk disakiti
Kini hanya sisa sampah yang terbuang...
ijinkan aku untuk mati!


Bali Women's Skimp Skamp Brief, Mocha Mist, 9 

Labels:

2 Responses so far.

  1. pingin nyuwil irunge nek gak ndang maem............

  2. sastrawan po sartawati ii?

Post a Comment

Spam comments will be deleted